Rabu, 16 Desember 2009

Merayakan Patah Hati

Ketika hatimu patah, terbanglah …,

karena setiap hati yang patah sesungguhnya menjelma jadi sayap peri. Pasang ia di punggungmu, lalu belajarlah mengepak.

Ketika hatimu patah, terbanglah …,

petik buah tanpa memanjat, sentuh awan tanpa perlu naik pesawat. Hatimu yang jadi sayap itu kini belajar merasa angin. Belajar mendayung dan mempercayainya saat kakimu tak berpijak pada apapun.

Ketika hatimu patah, terbanglah …,

minggu ini Salamatahari.blogspot berbagi cerita tentang terbang dan patah hati. Ada warna-warni pada acara “Puisi : Patahati”, ada trik untuk penulis yang patah hati setelah ditolak penerbit, ada puisi IBS yang mengajak teman-teman kembali mencari cinta, dan ada kupu-kupu di perut Dea.

Ketika hatimu patah, terbanglah raya !

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Sundea

 

sayapkupu

Menembus Dinding

-Gedung Kompas-Gramedia, Sabtu 12 Desember 2009-

Workshop Menulis Cerita Anak

Tidak harus menjadi hantu untuk menembus dinding. Beberapa pesulap hanya butuh trik.

Bagi para penulis, tidak harus menjadi hantu juga untuk menembus dinding dunia penerbitan. Mereka yang kerap patah hati ketika naskahnya ditolak hanya perlu beberapa tips dan trik. Hari itu, dalam “Workshop Produktif Menulis Buku Anak”, Ario Bimo Nusantara (editor Grafindo Grasindo ), Edi Warsidi (penulis cerita anak), dan Bang Aswi (penulis komik) berbagi trik dan tips untuk “menembus dinding”.

“Penerbitan adalah rumah. Editor adalah penjaga pintu yang mencari naskah dan penulis adalah tamu,” papar Bang Aswi sambil menggambar skema di white board. Menurutnya, menjalin hubungan baik dan mengenal banyak editor akan membuat upaya menembus dinding menjadi lebih lancar.

“Lalu bagaimana soal publikasi naskah ?” tanya Fujriani, salah seorang peserta yang hadir. “Sekarang penulis sendiri harus aktif memarketingkan karyanya. Kalau ada tamu, istilahnya kita jangan menyuguhkan kue, tapi buku kita,” kata Mas Edi Warsidi alias Mas Edwar.

Jangan malu-malu menjajakan buku di mana-mana. Jangan gengsi pula menanyakan “kabar” buku kita di toko-toko buku. Kalau perlu kita pun membeli buku kita sendiri sebagai pancingan dan mengimbau orang-orang dekat untuk ikut menanyakan kabar buku kita di toko-toko buku. “Gerakan” ini akan menentukan di rak mana si toko buku menempatkan buku kita. “Kalau buku kita sudah ditempatkan di rak yang terlihat, baru pengunjung ‘betulan’ membeli,” ujar Pak Ario Bimo.

Psst … dari serangkaian tips dan trik “menembus dinding” yang menyebar di sepanjang workshop, kira-kira inilah yang bisa dirangkumkan :

  • Rebut hati editor sejak pandangan pertama
  • Ketika memberikan naskah kepada penerbit, berikan gambaran sasaran audiens buku tersebut (misalnya, untuk anak usia berapa, untuk guru, untuk orangtua, dan lain sebagainya).
  • Gunakan paradigma baru saat menyerahkan naskah. Berikan naskah dalam format yang unik dan dengan cara yang mengesankan atau mudah diingat.
  • Meski diserahkan dengan cara unik, font dan layout harus tetap jelas terbaca.
  • Isi naskah harus dapat dipertanggungjawabkan
  • Jangan mudah putus asa !

Ketika Dea keluar dari ruang workshop dan masuk ke lift, tak sengaja Dea berpapasan dengan Mbak Indari, pemilik Indscript yang menyelenggarakan workshop hari itu. Ketika ditanya tujuannya mengadakan workshop, dia menjawab singkat tapi pasti, “Cari penulis.”

Psst … Indscript adalah lembaga yang menghubungkan penulis dengan penerbit. Menggunakan jasanya akan menjadi salah satu trik asyik penulis menembus dinding. Mau tahu caranya ? Silakan berkunjung ke http://www.indscript.com/indscript.html

Sundea

fotosemuanya

Rumah 3 : Melepas

ibs IBS alias Iman Budi Santosa adalah seorang penulis muda. Merenggut Kembali Keperjakaan merupakan buku kumpulan puisinya yang ke enam. Terdiri dari 24 puisi dan dibuat dalam waktu kurang lebih dua tahun.

Apa makna judul Merenggut Kembali Keperjakaan menurut IBS ? “Ketika kita jatuh, kita bangkit kembali. Ketika patah hati, kita cari lagi cinta yang baru,” begitu kata IBS.

Berikut adalah salah satu puisi yang diambil dari Merenggut Kembali Keperjakaan

Untuk informasi lebih lengkap, silakan berkunjung ke http://www.ibsweb.tk/

Rumah 3 : Melepas

Kenapa wajahmu membayang seperti itu ?

Aku ingin melepas dari kekangan-kekangan

Yang membuat langkahku terkunci pada cahaya

Seperti kenangan-kenangan yang bertebaran

Merusak waktu serta kesempatan

Untuk menemukan lagi yang lebih baru

Tapi mungkin kesalahanku

Telah menyapa kehancuran dengan senyum damai

Hingga membuatnya senang dan

Memelukku erat-erat dalam kegelapan

Tanpa terasa lahirlah puisi-puisi basi

Dengan kata-kata comberan

Serta bau busuk pemikiran

Sedangkan kau mencuri sisa dosa

Yang terkubur di tumpukan nestapa

Kumohon pergilah

Aku tahu kita pernah ada

Dalam potongan-potongan masa

Diguyuri hujan yang sangat pekat

Hingga basah kian tersirat

Tapi aku selalu tahu

Kemarau adalah segala makna

Yang kita tulisi di berbagai cerita

(27 Februari 2009 : 07:36)

-diambil dari Merenggut Kembali Keperjakaan-

penyalamatahari adalah teman-teman yang men-salamatahari dan menyalakan matahari

Warna-warni Patah Hati

-Potluck, Sabtu 12 Desember 2009-

Poetry in Motion: Puisi : patahati

Jangan sangka “Puisi : patahati” didominasi oleh warna sendu dan karya-karya yang menyayat hati melulu. Acara yang diselenggarakan oleh Sky 90.50 FM ini justru raya warna. Ada keceriaan, kejenakaan, hangat persahabatan, keterpurukan, hingga kebangkitan kembali. Teks puisi pun hadir dalam beragam kemasan ; mulai dari teks puisi konvensional, lirik lagu, musikalisasi puisi, teks pendek yang tercatat di ponsel, hingga sekedar lontaran iseng mc dan pengisi acara.

“Tujuan acara ini sederhana, lo tetep berkarya, lo terus menulis, ruridan jangan bunuh diri,” ujar Theoresia Rumthe, penyiar Sky 90.50 FM sekaligus MC acara. Teman-teman yang punya puisi bertema patah hati diajak berjejaring melalui facebook, kemudian bersama-sama membacakan puisi mereka di ajang Poetry in Motion tersebut. Ternyata peminatnya cukup banyak. Antara lain ada Uchie Asli Hidayat, Natalia Oetama, dan Mayang ‘Mae’ Rahayu.  Ruri Fitriyanti bahkan mengirimkan lirik lagu ciptaannya untuk dinyanyikan. Di panggung, gadis tomboy yang tampak cuek dan ceria ini tahu-tahu tampil mellow mengejutkan dengan lagunya, Still, “… but I’m still here sorrow and die, you left me alone, and get down …”

Kejenakan sekaligus suasana sentimentil menjadi satu paket dalam lagu Bayangkan Tanpa Nia yang dibawakan Pidi Baiq, pentolan The Panas Dalam yang baru saja menerbitkan buku Drunken Marmut. Lagu yang diciptakan Kang Pidi karena patah hati setelah ditinggal Nia, pemain biolanya, menyampaikan rasa kehilangan secara jenaka, “Apa jadinya dunia ? Hanya du, hanya du …”

kangpidi Pidi Baiq

Keceriaan dan semangat untuk bangkit kembali hadir dalam Heroin, lagu yang dibawakan oleh KarnaTra. Band yang jauh-jauh datang dari Jakarta ini lincah melukiskan sosok yang hadir seperti heroin pasca masa-masa patah hati.

“Ini temanya patah hati. Kenapa openingnya tadi lagu cinta ?” tanya Theo

“Kan adanya patah hati itu karena adanya hawa dari cinta,” sahut Budi, bintang tamu yang membuka acara dengan lagu Inikah Cinta.

theobudi Theo dan Budi

Cinta ada untuk dibagi-bagi. Dan dalam keterpatahpatahannya, ia seperti potongan-potongan biskuit renyah yang cukup untuk dibagikan kepada se-Potluck Raya.

Salam kasih sayang, meski Valentine belum jelang ^_^

Sundea

Kupu-kupu di Perut Dea

“... or if you need some time I don’t mind …”

- Sleeps with Butterfly, Tori Amos-

Ada kupu-kupu di perut Dea. Dia mengepak-ngepak semacam terjebak, “Tolong … tolong … tolong …”

Kamu nanya, “Jadi kalo lo gimana … ?”

“Nggak tau, gua sakit perut,” Dea bilang

Kupu-kupu terbang dari perut terus ke jantung. Dia berenti di sana karena tenggorokan terlalu sempit untuk kepak sayapnya. Jadilah Si Kupu nggak bisa terbang sampai kepala.

“Gua mau ngomong … tapi deg-degan …,” kata Dea

“Gua juga deg-degan …, ” kata kamu.

Berjam-jam kita bicara apa aja, berusaha ngasih Si Kupu kesempatan keluar dari perut. Tapi Si Kupu-kupu tetep di sana. Dea jadi kepikir; sebetulnya dia emang terjebak atau sengaja milih jadi serangga domestik di dalem Dea ? Akhirnya Dea ngebiarin Si Kupu ngepak-ngepak sesukanya. Paling kadang Dea narik nafas, bikin Si Kupu kayak disedot vacuum cleaner. Rasanya lucu ngerasain Si Kupu-kupu berusaha ngepak ngelawan arus angin.

Dea nggak tau kapan awalnya ada ulet bulu di perut Dea, bahkan Dea nggak ngeh waktu dia mulai jadi kepompong. Ada metamorfosa yang kelewat Dea cermatin.

Seperti Si Kupu-kupu, kita juga nggak tau mau terbang ke mana. Mungkin ini keterjebakan, tapi mungkin juga cara aneh nemuin rumah. Akhirnya kita brenti nyuruh Si Kupu keluar lewat kata-kata. Kita berdua nutup telpon. Dea tidur bersama Si Kupu-kupu.

Pagi ini Dea bangun dengan kupu-kupu yang masih ada di dalem perut. Dea nggak pernah tau apa warna sayapnya.


untuk yang pas blog ini update umurnya seperempat abad.